Artikel kesehatan kerja | Artikel kesehatan umum | Jasa Kesehatan Kerja | Jasa Kesehatan | Alat Kesehatan | Training Kesehatan | Alat Safety | Emergency medicine | Drugs | Law | Knowledge | USANA | Weight Loss | Cosmetic | Sport | Healthy Food | General Practice |
Health Talk
Health Risk Assesment
Vaccination
Hearing Conservation Program
First Aid Program
Konsultasi Kesehatan Kerja
Audit Kesehatan Kerja
Medical Emergency Response
Respiratory Protection Program
Ergonomi
Drugs and Equipment

 

PHARYNGITIS

 

Pharyngitis adalah peradangan pada belakang tenggorokan, yang dikenal sebagai faring.

Ini biasanya menghasilkan sakit tenggorokan( sore throat) dan demam.

Gejala lain mungkin termasuk hidung meler, batuk, sakit kepala, suara serak.

Gejala biasanya berlangsung tiga sampai lima hari.

Description: Image result for pharyngitis

Komplikasi dapat mencakup sinusitis dan otitis media akut.

Faringitis adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan.

Rata-rata, orang dewasa sakit tenggorokan dua sampai tiga kali setahun dan anak-anak sekitar lima kali setahun.

Sekitar 15-30% dari sakit tenggorokan pada anak-anak disebabkan oleh kelompok A streptokokus (GAS) , dibandingkan dengan 5-15% pada orang dewasa.

Kekhawatiran di ruang UGD dengan faringitis adalah untuk menyingkirkan kondisi yang lebih serius, seperti epiglottitis atau abses peritonsillar, dan untuk mendiagnosa infeksi A beta-hemolitik streptokokus (GAS) .

Obstruksi jalan napas juga sangat penting untuk dokter UGD dalam mengobati faringitis.

PENYEBAB

I.VIRUS : 40% 80% kasus.

-Adenovirus - yang paling umum penyebab virus. Biasanya tingkat pembesaran nodus leher getah bening sedang dan tenggorokan sering tidak tampak merah, meskipun menyakitkan.

-Orthomyxoviridae yang menyebabkan influenza keluhan dengan suhu naik tinggi cepat , sakit kepala dan sakit seluruh badan dan Sakit tenggorokan .

-Mononukleosis Infectious ("glandular fever") disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening posterior yang signifikan dan tonsillitis eksudatif dengan kemerahan dan pembengkakan tenggorokan.

Menyerang usia 15 30 tahun. Jika diobati dengan ampicillin/amoxiliin, 90% akan timbul classic maculopapular rash.

-Virus herpes simpleks dapat menyebabkan beberapa sariawan.

-Campak

-Chicken pox

-Croup

-Common Cold : rhinovirus, coronavirus, respiratory syncytial virus, virus parainfluenza dapat menyebabkan infeksi tenggorokan, telinga, dan paru-paru dan menyebabkan standar gejala flu.

II. BAKTERIA

Sejumlah bakteri dapat menginfeksi tenggorokan manusia.

Yang paling umum adalah Grup A streptokokus( GAS ), tetapi yang lain termasuk Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Bordetella pertussis, Bacillus anthracis, Corynebacterium diphtheriae, Neisseria gonorrhoeae, Chlamydophila pneumoniae, dan Mycoplasma pneumoniae.

-Grup A Streptokokus ( GAS )

Faringitis streptokokus disebabkan oleh kelompok A beta-hemolitik streptokokus (GAS).

Ini adalah bakteri penyebab paling umum dari kasus faringitis (15-30%).

Kebanyakan menyerang usia 4 7 thn.

Jarang dibawah 3 tahun.

Sakit kepala.

Muntah, walaupun gejala tidak exclusive.

Tidak ada batuk.

Hidung pilek tidak signifikan.

Gejala umum termasuk demam, sudden onset sore throat, dan kelenjar getah bening membesar.

 

Description: Related image

 

 

 

 

Ini adalah infeksi menular, menyebar melalui kontak dekat dengan individu yang terinfeksi.

Diagnosis pasti dibuat berdasarkan hasil dari culture tenggorokan.

Antibiotik berguna baik untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

-Fusobacterium necrophorum

Fusobacterium necrophorum merupakan penghuni normal dari flora orofaringeal dan kadang dapat membuat abses peritonsillar.

Dalam 1 dari 400 kasus yang tidak diobati, sindrom Lemierre terjadi.

-Difteri

Description: Image result for diphtheria

Difteri adalah infeksi saluran pernapasan atas yang berpotensi mengancam nyawa yang disebabkan oleh toxin Corynebacterium diphtheria.

Gejala sering terjadi secara bertahap, dimulai dengan sakit tenggorokan , demam 38 C, sianosis,suara serak, batuk menggonggong,stridor, sakit menelan, susah bernapas, napas cepat, bau napas, pilek berdarah.

Leher bisa membengkak sebagian karena pembesaran kelenjar getah bening ( Bull neck )

Dalam dua sampai tiga hari, difteri dapat menghancurkan jaringan sehat di sistem pernafasan.

Jaringan mati membentuk lapisan abu-abu tebal yang bisa terbentuk di tenggorokan atau hidung. Lapisan abu-abu tebal ini disebut "pseudomembrane."

Ini bisa menutupi jaringan di hidung, amandel, kotak suara, dan tenggorokan, sehingga sangat sulit untuk bernafas dan menelan.

Bentuk difteri yang melibatkan kulit, mata, atau alat kelamin juga ada.

Komplikasi dapat meliputi miokarditis, radang saraf, masalah ginjal, dan masalah perdarahan karena kadar platelet yang rendah.

Miokarditis dapat menyebabkan denyut jantung abnormal dan pembengkakan saraf dapat menyebabkan kelumpuhan.

Diagnosis sering dapat dilakukan berdasarkan munculnya selaput abu-abu di tenggorokan dengan konfirmasi oleh culture mikrobiologi.

Prosedur pembedahan yang dikenal sebagai tracheotomy kadang diperlukan untuk membuka jalan napas pada kasus yang parah.

LAINNYA

Beberapa penyebab lain jarang terjadi, tapi mungkin fatal, dan termasuk infeksi parapharyngeal space: abses peritonsillar ( "quinsy"), infeksi ruang submandibular (angina Ludwig), dan epiglottitis.

Radang tenggorokan karena streptococcus adalah penyebab di sekitar 25% dari anak-anak dan 10% orang dewasa.

III. JAMUR

Beberapa kasus faringitis disebabkan oleh infeksi jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan sariawan.

IV. NON INFEKSIUS

Penyebab lain termasuk seperti :

- udara dingin,

-neoplasia

- iritasi mekanik/luka

-kimia,

-panas,

-alergi, dan

-penyakit gastroesophageal reflux.

-Post nasal drip secondary to rhinitis

-Thyroiditis

-foreign body

-smoking

-obat-obatan seperti : pramipexole dan anti psychotic

V. KAWASAKI DISEASE

Penyakit Kawasaki penyakit menular yang disebabkan oleh agen yang tidak diketahui.

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak muda kurang dari 5 tahun dan hadir dengan konstelasi gejala, termasuk sakit tenggorokan.

Tanda-tanda dan gejala termasuk demam, bilateral non purulent konjungtivitis, pembesaran node anterior cervical, mukosa mulut eritematosa, dan faring meradang dengan lidah strawberry.

Fitur dermatologi penyakit menjadi jelas dalam waktu tiga hari dari timbulnya demam dan termasuk bibir merah retak-retak, ruam eritematosa umum polimorf dengan edema dan eritema dari tangan dan kaki, dan deskuamasi periungual diikuti oleh mengupas dari telapak tangan.

DIAGNOSTIK

Sulit untuk membedakan pharyngitis karena virus dan bakteri berdasarkan gejala saja.

Culture gonococcus jika diindikasikan oleh history.

Grup A streptokokus beta-hemolitik rapid antigen detection test (metode diagnostic disukai dalam situasi darurat)

Sehingga sering swab tenggorokan ( culture throat)dilakukan untuk menyingkirkan penyebab bakteri( 99 % sensitive untuk diagnose GAS).

Kriteria Centor yang dimodifikasi dapat digunakan untuk menentukan pengelolaan orang dengan pharyngitis GAS.

Berdasarkan 5 kriteria klinis, hal ini menunjukkan kemungkinan infeksi streptokokus.

Satu point diberikan untuk masing-masing kriteria:

-Tidak adanya batuk

-kelenjar getah bening leher bengkak dan sakit/anterior cervical lymhadenopathy

-Suhu> 38,0 ° C (100,4 ° F)

-eksudat tonsil atau pembengkakan

-Usia kurang dari 15 (point dikurangi jika usia > 44)

Kriteria McIsaac menambah Centor:

-Usia kurang dari 15: menambah satu poin

-Usia lebih dari 45: kurangi satu point

Modified Centor score

Points

Probability of Strep

Management

1 or less

<10%

No antibiotic or culture needed

2

1117%

Antibiotic based on culture or RADT

3

2835%

4 or 5

52%

Empiric antibiotics

 

Pengujian tidak diperlukan pada anak di bawah tiga tahun ,karena A streptokokus dan demam rematik jarang terjadi, kecuali jika mereka memiliki saudara dengan penyakit ini.

PENGOBATAN

Karena antibiotik tidak bekerja terhadap virus, faringitis virus biasanya dirawat dengan mengobati gejala untuk membuat Anda merasa lebih nyaman sampai sistem kekebalan tubuh Anda mengalahkan infeksi.

Langkah-langkah ini meliputi:

-Banyak istirahat .

-Minum ibuprofen (Advil, Motrin), acetaminophen (Tylenol) atau aspirin (pada orang dewasa ) untuk menghilangkan nyeri tenggorokan

-Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi

-Berkumur dengan air asin hangat untuk meringankan rasa sakit tenggorokan

-Minum cairan hangat ,teh atau air putih

-Menggunakan uap vaporizer untuk meringankan kekeringan tenggorokan

-Menggunakan pelega tenggorokan nonprescription / lozenges atau semprotan tenggorokan anestesi

Langkah-langkah ini akan membantu untuk meringankan ketidaknyamanan Anda dengan semua jenis infeksi tenggorokan.

Jika Anda memiliki radang tenggorokan, Anda juga akan minum antibiotik untuk mencegah komplikasi.

Berikut panduan Antibiotik :

Pengobatan primer (direkomendasikan oleh pedoman saat ini)
-Penisilin V oral


Anak-anak: 250 mg dua sampai tiga kali per hari
10 hari

Remaja dan dewasa: 250 mg tiga sampai empat kali per hari
atau
500 mg dua kali per hari


-amoksisilin (Penisilin spektrum luas) oral
Anak-anak (ringan sampai sedang GABHS faringitis):
10 hari

12,25 mg per kg dua kali per hari
atau
10 mg per kg tiga kali per hari
Anak-anak (GABHS faringitis parah): 22,5 mg per kg dua kali per hari
atau
13,3 mg per kg tiga kali per hari

Dewasa (ringan sampai sedang GABHS faringitis):
250 mg tiga kali per hari
atau
500 mg dua kali per hari
Dewasa (faringitis GABHS berat): 875 mg dua kali per hari


-Penisilin G benzatin (Bicillin L-A), Penisilin intramuskular


Anak-anak: <60 lb (27 kg): 6.0 × 105 unit
satu dosis
Bervariasi
Dewasa: 1.2 × 106 unit


Pengobatan untuk pasien dengan alergi penisilin (direkomendasikan oleh pedoman saat ini)


-Eritromisin etilsuksinat( macrolide oral )


Anak-anak: 30 sampai 50 mg per kg per hari dalam dua sampai empat dosis terbagi
10 hari

Dewasa: 400 mg empat kali per hari atau 800 mg dua kali per hari

-Cefadroxil (Cephalosporin generasi pertama) oral

Anak-anak: 30 mg per kg per hari dalam dua dosis terbagi
10 hari

Dewasa: 1 g 1-2 kali per hari


-Sefaleksin (Keflex)Cephalosporin (generasi pertama)oral


Anak-anak: 25 sampai 50 mg per kg per hari dalam dua sampai empat dosis terbagi
10 hari

Dewasa: 500 mg dua kali per hari

 

 

 

 

 

 

- Dr Agus Juanda/ Hiperkes Physician / Occupational Health Physician

- Email : ajuanda_id@yahoo.com

- HP : 08122356880

 

 

 

TRAINING 1 HARI P3K DI WWW.KESEHATANKERJA.COM SEHARGA RP 3.000.000,-,SILAHKAN CALL 08122356880 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Home
About me
Site Map

website counter

Copy right @2011, www.kesehatankerja.com