MOISTURIZER / PELEMBAB / EMOLIEN
Moisturizer atau Pelembab atau emolien adalah campuran kompleks dari bahan kimia yang dirancang khusus untuk membuat lapisan kulit luar (epidermis) lebih lembut dan lebih lentur.
Mereka meningkatkan hidrasi kulit (kadar air) dengan mengurangi penguapan.
Lipid kulit dan sterol alami, serta minyak buatan atau alami, humektan, emolien, pelumas, dll, mungkin merupakan bagian dari komposisi pelembab kulit komersial.
Mereka biasanya tersedia sebagai produk komersial untuk penggunaan kosmetik dan terapeutik, namun juga dapat dibuat di rumah dengan menggunakan bahan farmasi biasa.
INDIKASI
Pelembab mencegah dan mengobati kulit kering, melindungi kulit sensitif, memperbaiki warna kulit dan tekstur.
1.KULIT NORMAL
Pelembab dapat digunakan untuk mencegah kulit menjadi terlalu kering atau berminyak, seperti dengan pelembab berbasis air yang non greasy dan ringan.
Pelembab semacam itu sering mengandung minyak ringan, seperti setil alkohol, atau bahan yang berasal dari silikon, seperti siklomethikon.
2.KULIT KERING
Untuk mengobati kekeringan kulit, pelembab yang paling tepat adalah pelembab berbasis minyak yang lebih berat yang mengandung bahan seperti antioksidan, minyak biji anggur atau dimetisida.
Untuk kulit yang sangat kering dan retak, produk berbasis petrolatum lebih disukai, karena lebih tahan lama daripada krim dan lebih efektif dalam mencegah penguapan air.
3.KULIT BERMINYAK
Untuk kulit berminyak, pelembab masih bisa bermanfaat setelah aktivitas yang menyebabkan kulit kering.
Untuk kulit berminyak, pelembab berbasis air yang secara khusus non-komedogenik lebih diutamakan, karena ada sedikit risiko pembentukan komedo.
4.KULIT AGING
Pelembab yang tepat untuk menjaga agar kulit menua tetap lembut dan terhidrasi dengan baik adalah oil based yang mengandung petrolatum sebagai dasarnya, bersama dengan antioksidan atau asam alfa hidroksi untuk melawan efek keriput.
5.KULIT SENSITIVE
Pada kulit sensitif (yaitu kulit yang mudah terkena iritasi kulit, kemerahan, gatal atau ruam), lebih baik menggunakan pelembab yang mengandung bahan mendinginkan seperti chamomile atau lidah buaya, dan meminimalkan potensi alergen seperti pewangi atau pewarna, serta iritan seperti asam.
6.KULIT EKSIM / ECZEMA
-Pada eksim secara umum paling baik untuk mengoleskan salep lebih tebal ke kulit terkering dan paling bersisik.
-Emolien ringan seperti krim mengandung air mungkin tidak berpengaruh pada kulit kering yang parah.
-Beberapa emolien umum untuk menghilangkan eksim termasuk Oilatum, Balneum, Medi Oil, Diprobase, minyak mandi dan krim berair.
-Sebexol, salep Epaderm, losion Exederm dan Eucerin lotion atau krim juga bisa membantu menghilangkan gatal.
-Lotion atau krim dapat dioleskan langsung ke kulit setelah mandi untuk mengunci kelembaban.
-Sarung tangan pelembab (sarung tangan yang menjaga emolien kontak dengan kulit di tangan) bisa dipakai saat tidur.
-Umumnya aplikasi dua kali sehari emolien bekerja paling baik.
-Sementara krim mudah dioleskan, mereka cepat diserap ke dalam kulit, dan oleh karena itu perlu seringnya aplikasi ulang.
-Salep, dengan kandungan air kurang, tetap di kulit lebih lama dan membutuhkan lebih sedikit aplikasi, tapi bisa kulit menjadi menjadi berminyak dan tidak nyaman.
-Baru-baru ini, ceramides, yang merupakan penyusun lipid utama stratum korneum, telah digunakan dalam pengobatan eksim.
-Mereka sering menjadi salah satu bahan pelembab modern. Lipid ini juga berhasil diproduksi secara sintetis di laboratorium.
-Percobaan kontrol acak pada bayi menemukan bahwa subyek dengan dermatitis atopik yang diobati dengan emolien (misalnya, Eucerin, Cetaphil, Nutraderm) telah menurunkan secara signifikan persyaratan untuk steroid topikal dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diobati dengan emolient.
Emolien sebaiknya dioleskan segera setelah mandi saat kulit terhidrasi dengan baik
CARA KERJA
3 metode yang digunakan untuk melembabkan kulit:
1.Occlusives: Ini bekerja dengan membentuk lapisan tipis pada permukaan kulit untuk mencegah hilangnya kelembaban.
2.Humektan: Ini menarik uap air dari udara untuk melembabkan kulit.
3.Restorasi bahan yang kurang: Ini lebih kompleks dan mencoba mengembalikan faktor pelembab alami pada kulit, seperti amino-lipid.
RESIKO PAKAI MOISTURIZER
Dua faktor harus dipertimbangkan saat menilai keamanan pelembab:
1.Keamanan bahan yang dikandungnya
2.Risiko kontaminasi bakteri
Beberapa orang sensitif atau alergi terhadap komponen kimia tertentu, yang dapat menyebabkan iritasi, ruam, dan reaksi alergi lainnya.
Seperti kebanyakan produk perawatan kulit lainnya, ada risiko pelembab yang terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan penyakit.
.
- Dr Agus Juanda/ Hiperkes Physician / Occupational Health Physician
- Email : ajuanda_id@yahoo.com
- HP : 08122356880